Kamis, 12 April 2012

Islam di Amerika Serikat

Sejarah Islam di Amerika Serikat bermula sekitar abad ke 16, dimana Estevánico dari Azamor adl Muslim pertama yg tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Walau begitu, kebanyakan para peneliti di dalam mempelajari kedatangan Muslim di AS lbh memfokuskan pd kedatangan para imigran yg datang dari Timur Tengah pd akhir abad ke 19. Migrasi Muslim ke AS ini berlangsung dalam periode yg berbeda, yg sering disebut “gelombang”, sekalipun para ahli tdk selalu sepakat dgn apa yg menyebabkan gelombang ini.
Populasi Muslim di AS telah meningkat dalam seratus tahun terakhir, dimana sebagain besar pertumbuhan ini didorong oleh adanya imigran. Pada 2005, byk orang dari negara-negara Islam menjadi penduduk AS - hampir 96.000 - setiap tahun dibanding 2 dekade sebelumnya.

Estevánico dari Azamor mungkin telah menjadi Muslim pertama yg tercatat dalam sejarah Amerika Utara. Estevanico adl orang Berber dari Afrika Utara yg menjelajahi Arizona & New Mexico utk Kerajaan Spanyol. Estevanico datang ke Amerika sbg seorang budak penjelajah Spanyol di abad ke 16, Álvar Núñez Cabeza de Vaca.
Selama tahun 1520-an telah didatangkan budak ke Amerika Utara dari Afrika. Diperkirakan sekitar 500 ribu jiwa dikirim ke daerah ini atau 4,4% dari total 11.328.000 jiwa budak yg ada. Diperkirakan sekitar 50% budak atau tdk kurang dari 200 ribu jiwa budak yg didatangkan berasal dari daerah-daerah yg dipengaruhi oleh Islam.
Menurut sumber lain, kedatangan paling awal imigran Muslim adl antara tahun 1875 & 1912 dari kawasan pedesaan, yg sekarang menjadi Suriah, Yordania, Palestina, & Israel. Daerah ini dulunya dikenal sbg Suriah Raya yg diperintah oleh Kekaisaran Ottoman. Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh pd Perang Dunia I (PD I), terjadi gelombang kedua imigrasi kaum Muslim dari Timur Tengah, dimana dalam periode ini pula dimulainya kolonialisme Barat di Timur Tengah. Pada tahun 1924, aturan keimigrasian AS disahkan, yg segera membatasi gelombang kedua imigrasi ini dgn memberlakukan “sistem kuota negara asal”. Periode imigrasi ketiga terjadi pd 1947 sampai 1960, dimana terjadi peningkatan jumlah Muslim yg datang ke AS, yg kini berasa dari negara-negara di luar Timur Tengah. Gelombang keempat kemudian terjadi pd tahun 1965 disaat Presiden Lyndon Johnson menyokong rancangan undang-undang keimigrasian yg menghapuskan sistem kuota negara asal yg sudah bertaha lama.
Masjid adl tempat ibadah utama bagi seorang Muslim. Di AS, ada sekitar 1.209 Masjid, dimana yg terbesar adl Islamic Center of America yg terletak di Dearborn, Michigan. Dibangun pd 2005, Masjid ini dpt menampung lbh dari 3.000 jamaah yg terus tumbuh di wilayah itu. Hanya kurang dari 100 unit yg benar-benar dari awal dirancang sbg Masjid, kebanyakan jamaah Islam di AS pd awalnya beribadah di bangunan-bangunan yg semula didirikan utk tujuan lain, seperti bekas stasiun pemadam kebakaran, teater, gudang, & toko. Jumlah Masjid terbanyak di AS adl di negara bagian California, yakni sekitar 227 unit di tahun 2001.
Sulit menentukan jumlah pasti Muslim di AS. Konstitusi AS memisahkan antara gereja dgn negara yg tercermin dalam undang-undang Amerika, sehingga formulir Biro Sensus AS tdk memuat pertanyaan tentang agama pd orang yg dicatat di dalamnya. Dinas imigrasi juga tdk mengumpulkan informasi tentang agama para imigran. Banyak masjid di AS tdk memiliki kebijakan keanggotaan resmi, & mereka jarang mencatat secara akurat jumlah jamaah yg datang. Hasil akhirnya adl tdk adanya data yg akurat mengenai jumlah Muslim di AS. Menurut sumber yg sama, imigran Asia Tengah-bagian Selatan menempati urutan teratas (33%) dalam jumlah besar komunitas Muslim AS, yg kedua adl keturunan Afro Amerika (30%), Arab (25%), Afrika (3%), lain-lain 5%, serta Eropa & Asia Tenggara (masing-masing 2%). Sedangkan menurut Central Intelligence Agency (CIA) Amerika dalam situsnya, jumlah Muslim di AS adl 1% dari 301.139.947 (perkiraan Juli 2007) penduduk AS, jumlah ini sama dgn jumlah umat Yahudi di AS.
Menurut Lembaga Survey Pew pd tahun 2007, 2 pertiga Muslim di AS adl keturunan asing. Di antara mereka telah bermigrasi ke AS sejak tahun 1990. Sedangkan sepertiga dari Muslim AS adl penduduk asli yg beralih ke Islam, & keturunan Afro Amerika. Pada tahun 2005, menurut New York Times, lbh byk lagi orang dari negara-negara Muslim yg menjadi penduduk AS - hampir 96.000 - setiap tahun dibanding 2 dekade sebelumnya.
Sedangkan menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR), jemaah masjid Sunni yg diperuntukkan bagi umum di AS berasal dari latar belakang bangsa yg berbeda: Asia Selatan (33%), Afro Amerika (30%), Arab (25%), Eropa (2,1%), Amerika kulit putih (1,6%), Asia Tenggara (1,3%), Karibia (1,2%), Turki Amerika (1,1%), Iran Amerika (0,7%), & Hispanik/Latin (0,6%).
Komunitas Muslim pertama berada di Midwest. Di Dakota Utara, kaum Muslim berkumpul utk salat berjamaah di tahun-tahun pertama era 1900-an; di Indiana, sebuah pusat kegiatan Islam dimulai sejak 1914; & Cedar Rapids, Iowa, adl rumah bagi Masjid tertua yg masih digunakan hingga sekarang. Daerborn, Michigan, dipinggiran Detroit, adl tempat Muslim Sunni & Syiah dari byk negara Timur Tengah. Bersama umat Kristen dari Timur Tengah, kaum Muslim Michigan membentuk komunitas Arab-Amerika terbesar di negara ini. Galangan kapal di Quincy, Massachusetts, diluar Boston, menyediakan lapangan kerja bagi imigran Muslim sejak tahun 1800-an. Di New England juga telah dibuat sebuah Islamic Center, yg kini menjadi kompleks Masjid besar utk beribadah bagi para pelaku bisnis, guru, profesional, serta pedagang & buruh. Di New York, Islam telah hadir & muncul selama lbh dari satu abad.
Rumah pertama yg lain bagi imigran Muslim adl Chicago, Illinois, dimana beberapa orang menyatakan jumlah Muslim yg tinggal disini pd awal 1900-an adl yg terbanyak di antara kota-kota lain di AS. Lebih dari 40 kelompok Muslim telah berdiri di kawasan Chicago. Di Los Angeles & San Fransisco, California, juga telah menjadi pusat komunitas Muslim yg besar di AS. Islamic Center di California Selatan adl salah satu entitas Muslim terbesar di AS. Jumlah Masjid di California juga adl yg terbanyak di AS, yakni sekitar 227 Masjid di tahun 2001.
Pada awalnya, imigran Muslim yg datang ke AS bekerja sbg budak, tapi kini tdk sedikit yg bekerja sbg seorang profesional. Pekerjaan lain yg dilakoni oleh Muslim di AS adl guru, tentara, penjaga toko, sopir taksi, dokter, wiraswasta, buruh, & pekerjaan lainnya.
Karena dalam Islam perbuatan riba diharamkan oleh agama, sebagian Muslim merasa kesulitan ketika harus mendanai & mengembangkan usahanya. Sebagian besar lembaga keuangan & perbankan di AS masih bersifat konvensional, dimana mereka menerapkan sistem berbunga. Namun sejak beberapa tahun lalu, sebagian lembaga keuangan & korporasi mulai mencari cara utk membantu Muslim AS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar